Minggu, 20 April 2014

Ingin Pulang



Senja sore di kota jogja hari ini terlalu cepat berlalu, bahkan jingga tak sempat sampaikan pesan yang tersimpan. Jejak kaki terus saja menapaki jalan dengan semilir angin dan daun-daun yang jatuh berguguran. Akhir-akhir ini aku merasa begitu kepayahan dengan rutinitasku, semua seperti menjerat dengan begitu erat. Aku merasa sesak seperti tak ada rongga tuk bergerak.

 Mungkin memang inilah tahap yang akan kulalui.
Semester genap sudah datang. waktu begitu cepat berjalan hingga aku sadar, sudah hampir satu tahun aku tinggal di tanah rantau ini. Sudah banyak hal ku lewati, sudah ada bermacam orang kutemui. Aku benar-benar merasa payah dengan keadaan disini, untuk saat ini aku hanya butuh waktu untuk kembali pulang ke kampung halaman, mungkin aku hanya rindu suasana rumah.

Tatapanku kosong, dan aku masih terus mengayunkan langkahku. Apa aku harus terus seperti ini, di rasuki rasa bingung. Bingung untuk berpihak pada keadaan yang bagaimana. Sebenarnya apa sedang terjadi denganku saat ini, rasa gelisah atau hanya sekedar semu belaka. Entahlah, tapi yang aku yakin pasti, aku ingin pulang. Ya, semoga uts, dan uas semester genap ini biasa cepat berlalu dengan hasil yang sejak dulu dinanti, tanpa ada nilai pengganti, untuk segera kembali pulang.

Jumat, 31 Januari 2014

Subhanallah


Hati semakin bergetar, mata tak lagi mampu membendung segala isak yang ingin keluar. Betapa tidak, ketika membaca Ayat dan Puisi ini membuatku semakin merindukanNYA..

“Dan bagi orang-orang  yang takut saat menghadap Tuhan-nya ada dua surga.” (QS. Ar Rahman: 46)

“yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku.” (QS.Ibrahim:14)

Tuhan,
telah ku perbuat banyak dosa. Ini membuatku gelisah
Tidak ada yang bisa mengampuninya Kecuali Engkau
Tuhan-ku, inilah aku yang berusaha mengalahkan hawa nafsu
Dan kuhadapkan jiwa ini memohon kepada-Mu
Telah ku tinggalkan kesenanganku pada dunia dan kenikmatannya
Dan kuarahkan kesenanganku pada keselamatan-Mu
Telah kulupakan cintaku dan kutinggalkan kekasih-kekasihku
Dan kulupakan diriku sendiri hanya karena khawatir akan kulupakan Engkau

Tuhan-Ku,
Aku telah menjadi tawanan kedzaliman dan hatiku telah terkalahkan dengan Keagungan Nur-Mu

Tuhan,
Hapuslah kegelapan yang menyelimutiku
Akan kubuka hati yang terang ini untuk menghadap-Mu
Wahai Tuhan yang Maha Pengampun dan Penerima taubat
Aku menghadap pada-Mu dengan membawa taubat dan pengharapan
Adakah Engkau menolaknya dan tidak menerima kesungguhan taubat-Ku
Benarkah engkau menolak orang yang bertaubat ini, benarkah?

Tuhan-Ku,
Aku menghadapmu dengan penuh penyesalan dan dosa-dosa yang telah diperbuat oleh tanganku yang tidak kusesali.

Kala Dakwah Mengajariku


Terimakasih YaRabb..
Ketika dulu aku tak mengerti siapa dan untuk apa aku ada
Dakwah mengajariku untuk menjadi seorang yang hidup untuk yang lain
Ketika aku merasa lemah pada hidupku
Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat
Ketika dulu aku selalu menggugat allah atas takdirnya
Dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas terhadap setiap ketentuannya
Ketika aku selalu tergesa-gesa mengejar apa yang aku mau
Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan

Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berpikir apa adanya
Dakwah mengajariku untuk berani bermimipi besar dan membuat cita sebanyak mungkin
Ketika dulu aku hanya hidup untuk sendiri
Dakwah mengajariku untuk peka dan peduli terhadap yang lain
Ketika dulu aku tak bisa menerima keburukan oranglain atasku
Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan
Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yang menolongku
Dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa allah itu akan selalu ada untuk hambanya

Ketika dulu aku tak bisa menyentuh hati manusia, dakwah mengajariku tentang bahasa hati
Dakwah telah menempaku menjadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali
Dakwah mengajariku tentang cinta sejati
Dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah
Dakwah mengajariku menjadikan sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin
Dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan
Dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja, meski hatiku sedang mendung.
Dakwah telah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku, bukan pada hatiku. Hingga ketika allah memberikanku kesedihan, aku tahu bagaimana caranya tersenyum lagi.