Minggu, 30 Oktober 2011

Untukmu yang begitu Tangguh


Awalnya aku fikir ini hanya retorika semata, aku kira ini hanya mimpi buruk yang selalu mengganggu tidur ku. Aku benci tuhan, saat aku tahu semua ini adalah nyata, saat aku tau semua harus berakhir sampai disni. Tiada canda, tiada tawa yang ada hanya duka, yang aku takutkan akhirnya kembali terjadi. Aku harus kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya. Ini terlalu cepat dan terlalu menyakitkan. Aku benci!! Sesungguhnya aku belum siap untuk menjalani ini tuhan, aku takut belum bisa menjadi pemimpin dalam kehidupan ku, aku butuh sosok dia, sosok seorang ayah yang setia setiap saat memberiku support dan motivasi. Aku bangga telah menjadi anak nya, banyak sudah pelajaran yang dia berikan kepadaku, terutama belajar banyak tentang arti kehidupan. ayah memberiku kekuatan, sangat kuat tuhan, sampai aku bisa berjalan di kerasnya kehidupan ini. 

Tapi kenapa begitu cepat kau membawanya pergi, aku belum sempat membuatnya bahagia tuhan. Aku belum sempat meminta maaf atas semua kekecewaan yang sering aku perbuat terhadapnya. Aku belum sempat menatap matanya untuk yang terakhir kalinya tuhan. Aku ingin ayah tau “aku sayang papah” begitu sayang. Maafkan kesalahan ku pah yang tak sadar tentang artinya kehadiranmu. Sungguh aku ingin mengulang semuanya dari awal lagi. Mengulang masamasa indah kecil ku bersama mu. Aku rindu akan kasih sayang tulusmu. Tiada lagi yang bisa memotivasi diriku selain papah, ayah adalah motovator terbaik yang allah telah ciptakan.

Begitu tulus semua yang kau berikan. Namun salahku yang selalu mengabaikanmu. Aku benci tuhan, saat hati ku saat egoku mulai mengaruhi semua. Aku ingin bertemu papah tuhan, aku merindukannya. Sungguh merindukannya. Aku ingin bersamanya tuhan. Bersama ayah dan adik laki-laki ku disana. Maafkan aku tuhan terlalu egois tidak bisa menerima kenyataan ini. Tapi sungguh tuhan ini mengaruhi semua. Aku ingin bertemu ayah tuhan, aku merindukannya. Sungguh merindukannya. Aku ingin bersamanya tuhan. Bersama papah dan adik ku disana. Maafkan aku tuhan terlalu egois tidak bisa menerima kenyataan ini. Tapi sungguh tuhan ini yang aku inginkan. 

Bulan ramadhan, seharusnya menjadi bulan yang paling indah untuk kami. Tapi kebahagiaan itu musnah, hancur, hilang. Dimana lagi aku bisa menemukan semua seperti dulu lagi ? Bagaimana aku bisa membawa semua keceriaan yang ada di keluarga kami. Semua hancur berantakan tuhan. Aku rapuh, sangat rapuh. Menjalani bulan ramadhan, bahkan hari-hari lainnya tanpa ayah lagi. Aku ga mau semua berakhir seperti ini.  Aku ingin semua kembali. Maafkan aku tuhan. Tapi ini keinginan hati ku. Aku ikhlas atas kepergiannya. Tapi hatiku berkata ingin kembali ke masa itu. Masa masa bahagia keluargaku. Aku ingin mengulang semuanya lagi. Aku ingin mencari kebahagiaan itu !!

Ya ALLAH, terimakasih telah engkau kirimkan sosoknya di dalam kehidupanku. Aku bersyukur telah menjadi anaknya, papah adalah sosok orang tua yang paling bijaksana. walau tak lama aku merasakan kasih sayangnya, karena setidaknya aku sempat merasakan perlindungannya walaupun hanya sementara. Tuhan maafkan aku jika aku masih terlarut dalam keadaan ini, aku tak pernah menginginkan ini, tapi hati ku berkata lain. Aku selalu tetap mencoba memotivasi diri dengan baik.

biarkan angin menyapa rambutmu
biarkan bumi memeluk tubuh mu
akan aku titipkan doa
dalam setiap percakapanku dengan tuhan

Rabu, 18 Mei 2011

Surat yang Tak Sampai

Seribu asa pekat di ada di depanku
Pedihnya menusuk kedalam mataku.
Sangat perih hingga dirimu tak dapat ku lihat lagi.
Dirimu yang telah berlari melampaui batas waktu.
Apakah kamu tahu, bahwa cinta ini takkan pernah hilang ?
Walau waktu terus membunuh hariku.
Walau malam kelam berulangkali menghancurkan aku.
Dalam jutaan mimpi aku mencari dirimu, tapi kenapa? yang aku dapatkan hanya puing-puing kecil dirimu?
atau itu hanya bayangan maya dirimu?
Lalu kemana perginya dirimu? kemana perginya cintamu?

Sungguh Sayang...
Aku lelah, aku lelah harus terus berada dalam keadaan seperti ini.
Aku rasa aku terluka, saat aku tau kamu harus pergi.
Jangan pergi! Karena aku takut tak dapat mendengar semua tentang mu lagi
Aku serak saat semua menghilang, jiwa tak dapt lagi aku rasakan sungguh aku hilang arah, dimana aku yang dulu? ini bukan aku.


Selasa, 17 Mei 2011

Benarkah semua hanya sebatas Retorika?

Kepadamu dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta, aku benci merasa senang bertemu lagi dengan mu. Tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak selalu menebak-nebak.
Aku benci ketika jantungku berpacu cepat saat menunggu kamu di depan kelas dan di saat kamu muncul, aku akan duduk terdiam di sudut bangku dan tersnyum sambil menatapmu malu-malu.
Aku berusaha menjadi apa yang dapat membuat mu melihat ke arah ku tapi semua tetap sia-sia. Aku benci terkejut melihatmu duduk di tangga sekolah, dan aku benci, kenapa harus memakan waktu begitu lama untuk mencari celah lai.
Bodoh!
aku benci karena ketika  #jatuhcinta, semua menjadi detail! yang aku ucap, kata, tulisan, semua menjdi penting.
Seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan mu.
Aku benci harus berada dalam posisi ini, tapi aku tak bisa mengelak. Ya! Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat mu itu!

Apakah pertanyaan mu itu sekedar pancingan, retorika atau pertanyaan biasa yang telah salah aku artikan?
Apakah suara katamu yang kamu dekatkan di telingaku hanya gestur saja? atau ada maksud lain? atau aku yg sekali-lagi-salah?
salah mengartikan dengan penuh percaya diri !
Sungguh...
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan suatu yang bergerak dalam dada, menjalar ke seluruh tubuh dan aku merasa pasrah,gelisah.

aku benci untuk berfikir “aku bisa begini terus semalaman tanpa harus tidur”
Tuhan...

Aku benci harus tau bahwa kamu telah memiliki wanita lain. Aku benci harus tau semua itu! aku benci harus merasa sadar atas semua rasa ini! Aku tak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika ku bersuara dan mengingatkan ”hey,ini hanya keegoan mu semata, pada akhirnya kamu akan tau, kalian berdua NEVER HAVE ANYTHING IN COMMON!” :(
Ok jangan hiraukan logikamu firaa-

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil dalam diri mu. Kesalahan yang secara desprate aku cari dengan paksa, karena aku benci untuk tau bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela dan aku? Aku bisa saja benar-benar #jatuhcinta kepada mu.