Awalnya aku fikir ini hanya
retorika semata, aku kira ini hanya mimpi buruk yang selalu mengganggu tidur
ku. Aku benci tuhan, saat aku tahu semua ini adalah nyata, saat aku tau semua
harus berakhir sampai disni. Tiada canda, tiada tawa yang ada hanya duka, yang
aku takutkan akhirnya kembali terjadi. Aku harus kehilangan orang yang aku sayang untuk
kedua kalinya. Ini terlalu cepat dan terlalu menyakitkan. Aku benci!!
Sesungguhnya aku belum siap untuk menjalani ini tuhan, aku takut belum bisa
menjadi pemimpin dalam kehidupan ku, aku butuh sosok dia, sosok seorang ayah yang setia setiap saat memberiku support dan motivasi. Aku bangga telah menjadi
anak nya, banyak sudah pelajaran yang dia berikan kepadaku, terutama belajar
banyak tentang arti kehidupan. ayah memberiku kekuatan, sangat kuat tuhan,
sampai aku bisa berjalan di kerasnya kehidupan ini.
Tapi kenapa begitu cepat kau
membawanya pergi, aku belum sempat membuatnya bahagia tuhan. Aku belum sempat
meminta maaf atas semua kekecewaan yang sering aku perbuat terhadapnya. Aku
belum sempat menatap matanya untuk yang terakhir kalinya tuhan. Aku ingin ayah
tau “aku sayang papah” begitu sayang. Maafkan kesalahan ku pah yang tak sadar
tentang artinya kehadiranmu. Sungguh aku ingin mengulang semuanya dari awal
lagi. Mengulang masamasa indah kecil ku bersama mu. Aku rindu akan kasih sayang
tulusmu. Tiada lagi yang bisa memotivasi diriku selain papah, ayah adalah
motovator terbaik yang allah telah ciptakan.
Begitu tulus semua yang kau
berikan. Namun salahku yang selalu mengabaikanmu. Aku benci tuhan, saat hati ku
saat egoku mulai mengaruhi semua. Aku ingin bertemu papah tuhan, aku
merindukannya. Sungguh merindukannya. Aku ingin bersamanya tuhan. Bersama ayah
dan adik laki-laki ku disana. Maafkan aku tuhan terlalu egois tidak bisa
menerima kenyataan ini. Tapi sungguh tuhan ini mengaruhi semua. Aku ingin
bertemu ayah tuhan, aku merindukannya. Sungguh merindukannya. Aku ingin
bersamanya tuhan. Bersama papah dan adik ku disana. Maafkan aku tuhan terlalu
egois tidak bisa menerima kenyataan ini. Tapi sungguh tuhan ini yang aku
inginkan.
Bulan ramadhan, seharusnya
menjadi bulan yang paling indah untuk kami. Tapi kebahagiaan itu musnah,
hancur, hilang. Dimana lagi aku bisa menemukan semua seperti dulu lagi ?
Bagaimana aku bisa membawa semua keceriaan yang ada di keluarga kami. Semua
hancur berantakan tuhan. Aku rapuh, sangat rapuh. Menjalani bulan ramadhan,
bahkan hari-hari lainnya tanpa ayah lagi. Aku ga mau semua berakhir seperti
ini. Aku ingin semua kembali. Maafkan
aku tuhan. Tapi ini keinginan hati ku. Aku ikhlas atas kepergiannya. Tapi
hatiku berkata ingin kembali ke masa itu. Masa masa bahagia keluargaku. Aku
ingin mengulang semuanya lagi. Aku ingin mencari kebahagiaan itu !!
Ya ALLAH, terimakasih telah
engkau kirimkan sosoknya di dalam kehidupanku. Aku bersyukur telah menjadi
anaknya, papah adalah sosok orang tua yang paling bijaksana. walau
tak lama aku merasakan kasih sayangnya, karena setidaknya aku sempat merasakan perlindungannya
walaupun hanya sementara. Tuhan maafkan aku jika aku masih terlarut dalam
keadaan ini, aku tak pernah menginginkan ini, tapi hati ku berkata lain. Aku
selalu tetap mencoba memotivasi diri dengan baik.
biarkan angin menyapa rambutmu
biarkan bumi memeluk tubuh mu
akan aku titipkan doa
dalam setiap percakapanku dengan tuhan
biarkan bumi memeluk tubuh mu
akan aku titipkan doa
dalam setiap percakapanku dengan tuhan
