Jumat, 31 Januari 2014

Subhanallah


Hati semakin bergetar, mata tak lagi mampu membendung segala isak yang ingin keluar. Betapa tidak, ketika membaca Ayat dan Puisi ini membuatku semakin merindukanNYA..

“Dan bagi orang-orang  yang takut saat menghadap Tuhan-nya ada dua surga.” (QS. Ar Rahman: 46)

“yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku.” (QS.Ibrahim:14)

Tuhan,
telah ku perbuat banyak dosa. Ini membuatku gelisah
Tidak ada yang bisa mengampuninya Kecuali Engkau
Tuhan-ku, inilah aku yang berusaha mengalahkan hawa nafsu
Dan kuhadapkan jiwa ini memohon kepada-Mu
Telah ku tinggalkan kesenanganku pada dunia dan kenikmatannya
Dan kuarahkan kesenanganku pada keselamatan-Mu
Telah kulupakan cintaku dan kutinggalkan kekasih-kekasihku
Dan kulupakan diriku sendiri hanya karena khawatir akan kulupakan Engkau

Tuhan-Ku,
Aku telah menjadi tawanan kedzaliman dan hatiku telah terkalahkan dengan Keagungan Nur-Mu

Tuhan,
Hapuslah kegelapan yang menyelimutiku
Akan kubuka hati yang terang ini untuk menghadap-Mu
Wahai Tuhan yang Maha Pengampun dan Penerima taubat
Aku menghadap pada-Mu dengan membawa taubat dan pengharapan
Adakah Engkau menolaknya dan tidak menerima kesungguhan taubat-Ku
Benarkah engkau menolak orang yang bertaubat ini, benarkah?

Tuhan-Ku,
Aku menghadapmu dengan penuh penyesalan dan dosa-dosa yang telah diperbuat oleh tanganku yang tidak kusesali.

Kala Dakwah Mengajariku


Terimakasih YaRabb..
Ketika dulu aku tak mengerti siapa dan untuk apa aku ada
Dakwah mengajariku untuk menjadi seorang yang hidup untuk yang lain
Ketika aku merasa lemah pada hidupku
Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat
Ketika dulu aku selalu menggugat allah atas takdirnya
Dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas terhadap setiap ketentuannya
Ketika aku selalu tergesa-gesa mengejar apa yang aku mau
Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan

Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berpikir apa adanya
Dakwah mengajariku untuk berani bermimipi besar dan membuat cita sebanyak mungkin
Ketika dulu aku hanya hidup untuk sendiri
Dakwah mengajariku untuk peka dan peduli terhadap yang lain
Ketika dulu aku tak bisa menerima keburukan oranglain atasku
Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan
Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yang menolongku
Dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa allah itu akan selalu ada untuk hambanya

Ketika dulu aku tak bisa menyentuh hati manusia, dakwah mengajariku tentang bahasa hati
Dakwah telah menempaku menjadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali
Dakwah mengajariku tentang cinta sejati
Dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah
Dakwah mengajariku menjadikan sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin
Dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan
Dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja, meski hatiku sedang mendung.
Dakwah telah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku, bukan pada hatiku. Hingga ketika allah memberikanku kesedihan, aku tahu bagaimana caranya tersenyum lagi.