Selasa, 02 Juni 2015

Teruntuk Ayah di Surga

Satu tahun berlalu lagi, aku kembali membuka labirin kecil yang sejak lima tahun silam tertutup.
Ini menjadi  Ramadhan ke 4 yang akan aku lewati tanpamu. Betapapun lamanya, betapapun jauhnya jarak yang terengkuh kau akan tetap ada dalam setiap perjalananku yah. Andai kau tahu yah, aku selalu menyayangimu dalam setiap lelapmu, aku memikirkanmu dalam setiap sudut waktu yang ku lewati, aku selalu takut kau terluka dalam setiap detik aku tak bersamamu.

Yah..
Andai kau tau, aku merasa mengigil. Aku sering kali merasa takut. Seolah-olah kehilangan masih menjadi momok yang begitu menakutkan bagiku.
Andai kau tahu yah, jantungku rela kuberikan untukmu sekiranya kau butuh akan itu. Aku siap yah, jika harus hidup dalam ragamu. Andai kau tahu, betapa aku terluka ketika melihat ambulance membawamu pergi, ketika melihat orang-orang memakai seragam putih itu terus mengguncang dadamu dengan alat yang begitu aku takutkan hingga saat ini. Semua masih terekam jelas.  Tapi aku tahu, ada hal yang lebih baik dari hal itu. Ada zat yang lebih mencintaimu dan ada sesorang yang lebih membutuhkanmu di sana.

Kau tak perlu khawatir yah,
Sungguh Allah memang Zat yang Maha Adil. Aku tak sempat menorehkan bahagia saat masih bersamamu, Tapi, kepergianmu membuatku banyak belajar, membuatku sadar akan kesalahanku di masa silam, membuatku mampu berhijrah sejauh ini.  Tapi Yah, inilah bentuk rasa sayang sejatiku kepadamu. Aku tak ingin menjatuhkanmu ke dalam JahannamNya, sebisa mungkin aku tak ingin melukaimu, aku tak ingin melihatmu menangis disana.

Cukup dengan luka yang kugoreskan untuk membesarkaku yah. Cukup di dunia saja, dan aku ingin kau tenang dalam SurgaNya, aku tak ingin membiarkan diri ini kembali melukaimu dalam akhiratnya. Dan akan ku buktikan, bahwa ayah beruntung memiliki putri sholihah. Insyaallah JAku menyayangimu ayah.. insyaallah aku akan bahagiakanmu di JannahNya.