Teori berternak unta
🐫
Banyak yang bertanya, “Bagaimana sih caranya menjaga hafalan AlQur’an?
kok yang sudah dihafal
sering lupa ya? “ Sahabat yang budiman, sebenarnya teori menjaga hafalan Al Qur’an itu sederhana saja, yaitu dengan sering diulang-ulang (murajaah). Kenapa lupa?
yaa…
karena jarang diulang. Coba kalo sering diulang, pasti tetap terjaga. Yang sering lupa, pasti jarang/tidak murajaah? Betul apa betul? *evaluasi diri masing2. Ya, cukup diulang-ulangaja. Insya Allah hafalan jadi lancar.
Jadi ingat tausyiah dari seorang
Ustadz, “Menghafal Qur’an itu tidak perlu cerdas, yang penting rajin dan istiqomah“. Justru dengan menghafal Al Qur’an orang bisa jadi cerdas.
Tapi untuk yang memiliki hafalan Qur’an yang cukup banyak, perlu 'manajemen
pengulangan’ tersendiri untuk menjaga hafalannya. Saya namakan manajemen ini dengan:
🐫 “Teori beternak Unta”
🐫Sahabat, tidak berlebihan jika aktivitas menghafal Qur’an itu dianalogikan seperti beternak unta,
🐫karena Rasulullah saw pernah bersabda,
“Jagalah Al-Qur’an, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Al-Qur’an itu
lebih cepat lepas daripada seekor unta dari ikatannya”(H.R. Bukhari)
Teori ini pun terinspirasi dari
hadits di atas…
📌 Jadi begini, orang yang
menghafal Qur’an itu seperti orang yang beternak unta
🐫 Orang yang sedang berburu unta seperti orang yang sedang menghapal Al Qur’an, Orang yang sudah menangkap onta seperti orang yang sudah hafal,
🐫 sedangkan orang yang sedang memelihara onta itu seperti orang yang menjaga hafalannya.
Masalahnya, tidak semua onta jinak
(iya gak sih? saya bukan tukang unta
soalnya, kalau salah mohon
maafya…:p).
Tapi kita asumsikan saja:
🐫
🐫
🐫 Unta itu ada 3 jenis: liar , ada yang setengah liar , ada yang jinak . Begitupun hafalan, ada yang lemah ,agak kuat , dan sangat kuat
Sekarang kita analogikan lagi, hafalan yang lemah itu seperti unta liar ,
yang maunya kabur terus… (kabur dari ingatan) hafalan yang agak kuat itu seperti unta setengah liar ,
kadang mau kabur, kadang tidak.
hafalan yang kuat itu ibarat unta jinak , yg justru lebih suka pada pemeliharanya. Hafalan lemah itu
biasanya berupa hafalan-hafalan yang baru saja dihafal, seminggu yang lalu,
misalnya. Hafalan yang baru dihafal ini rentan lupa. Semakin baru hafalan, semakin mudah lupa,
biasanya.
Nah…strateginya,
sebagaimana dalam beternak unta,
seharusnya kita lebih fokus pada mengurus ‘unta-unta liar’. Karena unta liar lebih mungkin untuk kabur
dibanding yang jinak. Begitupun dalam menjaga hafalan, rumusnya
adalah…
” Utamakan hafalan-hafalan
yang masih lemah“.
Aplikasinya…,“Hafalan yang lemah harus lebih banyak diulang daripada halafan yang kuat “. Soalnya, banyak
penghafal Qur’an yang sukanya murajaah hafalan2nya yang sudah
kuat saja, sedangkan hafalannya yang
lemah jarang diulang2.
yang hafalannya yang kuat tambah kuat, yang lemah tambah lemah.
Walaupun demikian, bukan berarti hafalan yang sudah kuat tidak diurus.
Harus diulang-ulang juga. seperti onta yang sudah jinak, dia juga tetap perlu diberi perhatian,
walaupun tidak seintensif unta yang bermasalah (liar). Idealnya, untuk
unta liar, harus diurus minimal setiap 3 hari sekali. Setiap 3 hari,
hafalan lemah harus diulang minimal sekali. Kalo misalnya hafalannya 3
surat dan masih lemah semua, maka murajaahnya sehari 1 surat. Untuk
unta setengah liar, harus diurus minimal setiap seminggu sekali,
Setiap seminggu, hafalan agak kuat harus diulang minimal sekali.
Misalnya, kalo hafalannya yang agak kuat ada 7 surat, maka murajaahnya
sehari 1 surat. Sedangkan untuk unta jinak,
boleh ditinggal agak lama. Tapi jangan kelamaan,
minimal dalam sebulan
keulang minimal sekali. Sebagai contoh,
misalnya ada orang punya hafalan Al Qur’an 40 surat. 30 surat diantaranya hafalan kuat, 7 hafalan agak kuat, dan 3 lemah.
Maka murajaahnya hariannya: 1 surat hafalan kuat, 1 surat hafalan agak
kuat, dan 1 surat hafalan lemah.
Dengan cara ini, hafalan kuat akan terulang sekali sebulan, hafalan agak kuat seminggu sekali, dan hafalan
lemah 3 hari sekali.
Nah… kemudian,
biarkan onta-onta itu tumbuh sehat,
supaya bisa beranak-pinak, bisa diambil susunya, bisa dipakai sebagai kendaraan, dan diambil dagingnya
buat makanan (kalo lapar… ).
Maksudnya, rawatlah hafalan kita, insya Allah hafalan kita akan bertambah banyak dan memberikan manfaatnya buat kita juga,
Source: Pustaka Ilmu Tahfidzul Qur'an