Rabu, 18 Mei 2011

Surat yang Tak Sampai

Seribu asa pekat di ada di depanku
Pedihnya menusuk kedalam mataku.
Sangat perih hingga dirimu tak dapat ku lihat lagi.
Dirimu yang telah berlari melampaui batas waktu.
Apakah kamu tahu, bahwa cinta ini takkan pernah hilang ?
Walau waktu terus membunuh hariku.
Walau malam kelam berulangkali menghancurkan aku.
Dalam jutaan mimpi aku mencari dirimu, tapi kenapa? yang aku dapatkan hanya puing-puing kecil dirimu?
atau itu hanya bayangan maya dirimu?
Lalu kemana perginya dirimu? kemana perginya cintamu?

Sungguh Sayang...
Aku lelah, aku lelah harus terus berada dalam keadaan seperti ini.
Aku rasa aku terluka, saat aku tau kamu harus pergi.
Jangan pergi! Karena aku takut tak dapat mendengar semua tentang mu lagi
Aku serak saat semua menghilang, jiwa tak dapt lagi aku rasakan sungguh aku hilang arah, dimana aku yang dulu? ini bukan aku.


Selasa, 17 Mei 2011

Benarkah semua hanya sebatas Retorika?

Kepadamu dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta, aku benci merasa senang bertemu lagi dengan mu. Tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak selalu menebak-nebak.
Aku benci ketika jantungku berpacu cepat saat menunggu kamu di depan kelas dan di saat kamu muncul, aku akan duduk terdiam di sudut bangku dan tersnyum sambil menatapmu malu-malu.
Aku berusaha menjadi apa yang dapat membuat mu melihat ke arah ku tapi semua tetap sia-sia. Aku benci terkejut melihatmu duduk di tangga sekolah, dan aku benci, kenapa harus memakan waktu begitu lama untuk mencari celah lai.
Bodoh!
aku benci karena ketika  #jatuhcinta, semua menjadi detail! yang aku ucap, kata, tulisan, semua menjdi penting.
Seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan mu.
Aku benci harus berada dalam posisi ini, tapi aku tak bisa mengelak. Ya! Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat mu itu!

Apakah pertanyaan mu itu sekedar pancingan, retorika atau pertanyaan biasa yang telah salah aku artikan?
Apakah suara katamu yang kamu dekatkan di telingaku hanya gestur saja? atau ada maksud lain? atau aku yg sekali-lagi-salah?
salah mengartikan dengan penuh percaya diri !
Sungguh...
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan suatu yang bergerak dalam dada, menjalar ke seluruh tubuh dan aku merasa pasrah,gelisah.

aku benci untuk berfikir “aku bisa begini terus semalaman tanpa harus tidur”
Tuhan...

Aku benci harus tau bahwa kamu telah memiliki wanita lain. Aku benci harus tau semua itu! aku benci harus merasa sadar atas semua rasa ini! Aku tak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika ku bersuara dan mengingatkan ”hey,ini hanya keegoan mu semata, pada akhirnya kamu akan tau, kalian berdua NEVER HAVE ANYTHING IN COMMON!” :(
Ok jangan hiraukan logikamu firaa-

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil dalam diri mu. Kesalahan yang secara desprate aku cari dengan paksa, karena aku benci untuk tau bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela dan aku? Aku bisa saja benar-benar #jatuhcinta kepada mu.