Seribu asa pekat di ada di depanku
Pedihnya menusuk kedalam mataku.
Sangat perih hingga dirimu tak dapat ku lihat lagi.
Dirimu yang telah berlari melampaui batas waktu.
Apakah kamu tahu, bahwa cinta ini takkan pernah hilang ?
Walau waktu terus membunuh hariku.
Walau malam kelam berulangkali menghancurkan aku.
Dalam jutaan mimpi aku mencari dirimu, tapi kenapa? yang aku dapatkan hanya puing-puing kecil dirimu?
atau itu hanya bayangan maya dirimu?
Lalu kemana perginya dirimu? kemana perginya cintamu?
Sungguh Sayang...
Aku lelah, aku lelah harus terus berada dalam keadaan seperti ini.
Aku rasa aku terluka, saat aku tau kamu harus pergi.
Jangan pergi! Karena aku takut tak dapat mendengar semua tentang mu lagi
Aku serak saat semua menghilang, jiwa tak dapt lagi aku rasakan sungguh aku hilang arah, dimana aku yang dulu? ini bukan aku.
Pedihnya menusuk kedalam mataku.
Sangat perih hingga dirimu tak dapat ku lihat lagi.
Dirimu yang telah berlari melampaui batas waktu.
Apakah kamu tahu, bahwa cinta ini takkan pernah hilang ?
Walau waktu terus membunuh hariku.
Walau malam kelam berulangkali menghancurkan aku.
Dalam jutaan mimpi aku mencari dirimu, tapi kenapa? yang aku dapatkan hanya puing-puing kecil dirimu?
atau itu hanya bayangan maya dirimu?
Lalu kemana perginya dirimu? kemana perginya cintamu?
Sungguh Sayang...
Aku lelah, aku lelah harus terus berada dalam keadaan seperti ini.
Aku rasa aku terluka, saat aku tau kamu harus pergi.
Jangan pergi! Karena aku takut tak dapat mendengar semua tentang mu lagi
Aku serak saat semua menghilang, jiwa tak dapt lagi aku rasakan sungguh aku hilang arah, dimana aku yang dulu? ini bukan aku.
