Bagaimana agar seorang wanita bisa menjadi penyejuk mata?
Bagaimana agar bisa menjadi cahaya keluarga?
Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa sebaik-baiknya pehiasan dunia, adalah wanita sholihah. Lalu apa yang akan Allah hadiahkan kepada wanita yang berhasil menjaga kesholihannya itu? Di surga Allah nanti, akan ada dua jenis bidadari. Pertama adalah, bidadari dari dunia yang tidak lain adalah wanita sholihah. Kedua adalah bidadari yang memang Allah ciptakan sebagai bidadari. Manakah yang lebih baik diantara keduanya? Allah menjawab bahwa yang lebih baik adalah bidadari yang berasal dari dunia. Karena apa ya Allah? Karena sholat-sholat mereka, puasa-puasa mereka, dan keimanan mereka.
Agar kita bisa menjadi penyejuk mata dan cahaya bagi keluarga adalah dengan berupaya dengan sungguh untuk menjadi wanita sholihah.
Wanita sholihah yang tidak terlena oleh dunia, yang tidak terpuruk oleh dunia. Karena ia sadar bahwa hidup ini hanya sebentar, hanya sementara. Kemudian, ia juga menjadikan setiap kesenangannya didunia sebagai jalan untuk meraih ridha Allah dan menjadikan kesedihannya sebagai modal untuknya, agar layak dijadikan bidadari oleh Allah.
Wanita sholihah adalah wanita yang ta’at menjalankan perintah Allah. Ia paham dan selalu mencari tahu apa-apa yang Allah perintahkan padanya. Lalu, ia senantiasa menjalankan setiap peirntah Allah itu dengan hati yang penuh cahaya iman.
Ia adalah adalah wanita yang ta’at dengan larangan Allah untuk dijauhi, untuk dihindari. Ia sadar bahwa apa-apa yang Allah larang dalam hidupnya adalah suatu tanda sayang dari Allah, tanda cinta-Nya. Ia pun senantiasa menjauhi setiap apa-apa yang tidak disukai Allah ini dengan hati yang ikhlas.
Ia adalah wanita yang ta’at dengan perannya sebagai wanita. Perannya sebagai anak jika orang tuanya masih ada. sebagai istri jika sudah menikah, dan sebagai ibu jika Allah meridhainya untuk memiliki anak. wanita sholihah akan menjalankan semua perannya dengan sungguh-sungguh dan mampu menyeimbangkan setiap perannya.
Ia adalah wanita yang sabar dan ridha dengan segala ketetapan Allah pada-Nya. Dua kata yang menjadi ciri wanita yang beriman adalah bersabar dan bersyukur. Tak ada takdir Allah yang salah, karena semuanya tanda cinta. Setiap kesabaran dan kesyukuran merupakan bentuk kesempurnaan dari keshalihan itu. Wanita sholihah akan selalu menjadikan hidupnya terkait dengan Allah. Maka ia akan tidak akan merasa lelah dengan dunia. Di dunia, mau jadi apapun juga yang penting Allah ridha.
Wanita sholihah yang berhasil menjaga keta’atannya pada Allah, di surga nanti akan dipimpin oleh wanita-wanita ahli surga. Adalah Aisiyah, karena keistiqomahannya menjaga iman. Khadijah, karena keshalihanya dan gelarnya sebagai istri rasulullah. Fatimah, karena ketegaran, keshalihannya, dan syukurnya. Dan Maryam, karena menjaga kesuciannya dan keridhaannya terhadap ketetapan Allah pada dirinya. Sungguh beruntungnya menjadi wanita shalihah yang bisa dipimpin oleh wanita-wanita hebat seperti keempat ibunda tersebut.
Mampukah kita menjadi wanita penyejuk mata, cahaya keluarga?
Jawabannya adalah mampu!
Dengansenantiasa berjuang menjadi wanita sholihah, menjadi penyejuk dimanapun, dan menjadi cahaya bagi siapapun. Sungguh perjuangan menjadi wanita sholihah merupakan proses seumur hidup. Hingga nantinya, Allahlah yang akan menetapkan apakah kita layak menjadi bidadari disurga-Nya atau tidak.
Teruntuk kamu para wanita, semoga kita bisa bertetangga di Surga-Nya Allah yaa!


