Kepadamu dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta, aku benci merasa senang bertemu lagi dengan mu. Tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak selalu menebak-nebak.
Aku benci ketika jantungku berpacu cepat saat menunggu kamu di depan kelas dan di saat kamu muncul, aku akan duduk terdiam di sudut bangku dan tersnyum sambil menatapmu malu-malu.
Aku berusaha menjadi apa yang dapat membuat mu melihat ke arah ku tapi semua tetap sia-sia. Aku benci terkejut melihatmu duduk di tangga sekolah, dan aku benci, kenapa harus memakan waktu begitu lama untuk mencari celah lai.
Bodoh!
aku benci karena ketika #jatuhcinta, semua menjadi detail! yang aku ucap, kata, tulisan, semua menjdi penting.
Seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan mu.
Aku benci harus berada dalam posisi ini, tapi aku tak bisa mengelak. Ya! Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat mu itu!
Apakah pertanyaan mu itu sekedar pancingan, retorika atau pertanyaan biasa yang telah salah aku artikan?
Apakah suara katamu yang kamu dekatkan di telingaku hanya gestur saja? atau ada maksud lain? atau aku yg sekali-lagi-salah?
salah mengartikan dengan penuh percaya diri !
Sungguh...
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan suatu yang bergerak dalam dada, menjalar ke seluruh tubuh dan aku merasa pasrah,gelisah.
aku benci untuk berfikir “aku bisa begini terus semalaman tanpa harus tidur”
Tuhan...
Aku benci harus tau bahwa kamu telah memiliki wanita lain. Aku benci harus tau semua itu! aku benci harus merasa sadar atas semua rasa ini! Aku tak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika ku bersuara dan mengingatkan ”hey,ini hanya keegoan mu semata, pada akhirnya kamu akan tau, kalian berdua NEVER HAVE ANYTHING IN COMMON!” :(
Ok jangan hiraukan logikamu firaa-
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil dalam diri mu. Kesalahan yang secara desprate aku cari dengan paksa, karena aku benci untuk tau bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela dan aku? Aku bisa saja benar-benar #jatuhcinta kepada mu.
Selasa, 17 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar