Satu tahun berlalu lagi, aku kembali membuka labirin kecil
yang sejak lima tahun silam tertutup.
Ini menjadi Ramadhan
ke 4 yang akan aku lewati tanpamu. Betapapun lamanya, betapapun jauhnya jarak
yang terengkuh kau akan tetap ada dalam setiap perjalananku yah. Andai kau tahu
yah, aku selalu menyayangimu dalam setiap lelapmu, aku memikirkanmu dalam
setiap sudut waktu yang ku lewati, aku selalu takut kau terluka dalam setiap
detik aku tak bersamamu.
Yah..
Andai kau tau, aku merasa mengigil. Aku sering kali merasa
takut. Seolah-olah kehilangan masih menjadi momok yang begitu menakutkan
bagiku.
Andai kau tahu yah, jantungku rela kuberikan untukmu
sekiranya kau butuh akan itu. Aku siap yah, jika harus hidup dalam ragamu. Andai
kau tahu, betapa aku terluka ketika melihat ambulance membawamu pergi, ketika
melihat orang-orang memakai seragam putih itu terus mengguncang dadamu dengan
alat yang begitu aku takutkan hingga saat ini. Semua masih terekam jelas. Tapi aku tahu, ada hal yang
lebih baik dari hal itu. Ada zat yang lebih mencintaimu dan ada sesorang yang
lebih membutuhkanmu di sana.
Kau tak perlu khawatir yah,
Sungguh Allah memang Zat yang Maha Adil. Aku tak sempat menorehkan bahagia saat masih bersamamu, Tapi, kepergianmu membuatku banyak
belajar, membuatku sadar akan kesalahanku di masa silam, membuatku mampu
berhijrah sejauh ini. Tapi Yah,
inilah bentuk rasa sayang sejatiku kepadamu. Aku tak ingin menjatuhkanmu ke
dalam JahannamNya, sebisa mungkin aku tak ingin melukaimu, aku tak ingin
melihatmu menangis disana.
Cukup dengan luka yang kugoreskan untuk membesarkaku yah. Cukup
di dunia saja, dan aku ingin kau tenang dalam SurgaNya, aku tak ingin
membiarkan diri ini kembali melukaimu dalam akhiratnya. Dan akan ku buktikan, bahwa ayah beruntung memiliki putri
sholihah. Insyaallah JAku menyayangimu ayah.. insyaallah aku akan bahagiakanmu di JannahNya.
Selasa, 02 Juni 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar