Mungkin ada beberapa diantara kita yang memiliki orang tua yang masih belum menyeluruh keislamannya, belum sempurna ibadahnya dan belum memiliki pemahaman yang lebih tentang dakwah. Kita sebagai anak tetap harus memiliki sikap santun dan hormat terhadap mereka.
Terlebih mereka yang walaupun tidak terlalu paham tentang urgensi dari aktifitas aktifitas –dakwah katanya—yang dilakukan oleh anaknya, namun tetap turut mendukung. Menyiapkan sarapan pagi misalnya atau menawarkan untuk mengantarkan sampai tempat tujuan kegiatan.
Mereka, kedua orang tua kita itu memiliki nilai yang selalu lebih dari yang kita punya. Misal nilai kita 100 dan nilai Ibu kita hanya 50, sejatinya nilai ibu kita adalah 150,.
Bukankah,
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim no. 1893)
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim no. 1893)
Maka,
Atas dukungan dan ridho dari merekalah kita kemudian memiliki kemudahan untuk mengisi hari hari kita dengan berbagai ragam aktifitas kebaikan insyaaLlah.
Atas dukungan dan ridho dari merekalah kita kemudian memiliki kemudahan untuk mengisi hari hari kita dengan berbagai ragam aktifitas kebaikan insyaaLlah.
Bahkan sekalipun nilai kita mencapai seribu sekalipun, nilai orangtua kita selalu seribu lebih banyak dari kita :),
dan bukankah ini yang kita harapkan. Berusaha segiat mungkin untuk menjadi anak sholih, yang kelak Allah ridhoi semua pinta kita untuk kedua orangtua kita. Sebagai satu-satunya bingkisan terbaik kelak untuk mereka di waktu nanti.
dan bukankah ini yang kita harapkan. Berusaha segiat mungkin untuk menjadi anak sholih, yang kelak Allah ridhoi semua pinta kita untuk kedua orangtua kita. Sebagai satu-satunya bingkisan terbaik kelak untuk mereka di waktu nanti.

0 komentar:
Posting Komentar