Rabu, 12 April 2017

Sudahkah Allah menjadi tempat kita bersandar?



Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa yang lebih baik amalnya.
Kalau kita mengangankan hidup yang tanpa ujian, tentu tidak mungkin. karena sebenarnya ujian adalah bentuk sayang dari Allah, agar kita belajar dan menjadi lebih dekat kepadanya.
Ujianpun datang bertingkat-tingkat. Jika kita sudah melewati satu ujian, maka akan ada lagi ujian-ujian lainnya yang lebih tinggi. Ujian-ujian yang terus membuat kita seharusnya menjadi lebih baik.
Namun, apa jadinya jika kita mendapatkan ujian yang sama dalam waktu terpaut jauh?
Misalnya, dulu kita sudah pernah diuji dengan suatu hal. Lalu seiring berjalannya waktu, ujian yang sama tersbut menghampiri lagi?
Saatnya mengevaluasi diri. Kenapa Allah memberikan ujian itu lagi?
Apakah belum cukup pelajaran dari ujian kemarin ? Apakah belum sampai hikmah itu di hati ini?
Yang lebih menyedihkan lagi adalah ujian yang sama ini seperti peringatan bahwa sebenarnya diri ini tidak naik tingkat. Makanya harus remedial, diulang lagi biar dapat sayang dan cinta Allah yang lebih banyak lagi.
Jika ujian itu adalah karena hal-hal sederhana. Artinya diri kita ini pun masih dalam level yang sederhana imannya. Bisa jadi mengapa ujian yang sama ada lagi, karena amal-amal yang kita kerjakan belum lebih baik dari sebelumnya, iman kita tidak bertambah. Kita merasa sudah berjalan jauh, tapi sebenarnya kita belum kemana-mana. Tarik nafas dalam… Allah, tolong maafkan diri yang lalai dari hikmah-hikmah yang Engkau titipkan lewat setiap ujian itu.
Ujian memang terkadang menyedihkan. Namun lewat besar atau kecilnya ujian yang ada didalam hidup kita, sebenarnya adalah pertanda bahwa Allah lagi kangen sama kita. Allah sudah nunggu cerita-cerita kita. Allah ingin membersihkan jiwa kita. Allah ingin dipanggil lebih banyak lagi, lebih dekat lagi.
Besar atau kecilnya ujian hidup kita, bersandarlah pada yang Maha Kuat. Allah ingin melihat, amal terbaik apa yang kita lakukan dalam menjalani setiap ujian-Nya. 
Sebab, kuat atau lemah seseorang, tergantung pada siapa ia bersandar.
Sudahkah Allah menjadi tempat kita bersandar? 
Semoga kali ini bisa lulus ujian, dan menjadikan Allah saja satu-satunya tempat untuk bersandar. 

0 komentar:

Posting Komentar