Ayah, untuk
kesekian kalinya aku merindukan mu, dan masih selalu merindukan mu.
Maafkan aku
ayah, maafkan aku yang telah membuatmu lelah, membuatmu kecewa, dan membuat mu
menangis dalam hati. Bukan maksud ku menyakiti mu. Maafkan aku yang tak pernah
mengerti akan arti semua sikapmu terhadap ku, tapi sungguh aku cinta kepadamu,
sama hal nya seperti doa yang selalu ku panjatkan untuk mu, untuk penerang
hidup mu disana yah. Ayah lelaki terhebat yang Allah kirimkan untuk ku.Kau bijaksana,
penuh tanggung jawab.
Saat aku
lahir, saat itu pula aku mendengar suara merdu adzan dari suara mu yang
berkumandang kecil di telingaku. Terimakaksih ayah, untuk hari-hari yang begitu
indah yang ayah beri untukku. semoga Allah selalu memberikan perlindungan
kepada mu. Walau ayah kurang dekat dengan ku, tapi aku percaya ayah selalu
mencintai ku dalam diam. Walau waktu selalu menyita waktu dan fisik mu aku
tidak pernah berhenti untuk selalu mendoakan mu yah. kau penuh semangat, tanpa
putus asa, bekerja tanpa lelah meski panas ataupun hujan. Kau begitu tegar yah,
demi sebuah kebahagiaan keluarga mu. sekali lagi maafkan aku yah, yang tak
pernah sadar akan semua itu.
Kau selalu ajarkan aku untuk menjadi seorang yang siap untuk menghadapi kerasnya hidup, tanpa harus melupakan kesantunan dan atittude yang baik.
Kau selalu ajarkan aku untuk menjadi seorang yang siap untuk menghadapi kerasnya hidup, tanpa harus melupakan kesantunan dan atittude yang baik.
Ayah, cinta
itu sederhana, sama hal nya seperti ayah yang tanpa lelah menghidupi keluarga.
selalu melakukan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik. Ayah, terimakasih
atas semua nasihat yang telah kau tanamkan kepadaku tentang arti sebuah
keberhasilan, tanpa melupakan arti kegagalan. Ayah, apa ayah tau ? aku selalu
ingat saat ayah menggendongku saat kecil, setinggi apapun tapi aku tetap merasa
nyaman di tanggan mu. ya Allah, terangi cahaya kubur ayahku, sayangi beliau, jaga beliau, sebagai
mana beliau menjagaku tanpa mengenal rasa lelah. ia begitu baik, dan
tangguh.
Ayah ingat nggak, saat ayah mengajarkan ku untuk selalu berfikir positif dengan apa yang
terjadi, aku ga akan pernah lupa akan hal itu yah. Maafkan aku ya yah, aku
terlalu sibuk dengan semua kegiatan ku, sampai aku tak pernah ada saat kau
membutuhkan sosok kecerian seorang anak. Saat orang-orang menganggap ku kurang,
ayah justru bilang (kamu itu istimwa) tunjukkan itu!
AYAH, AKU
MERINDUKAN AYAH!
Kehadiran
ayah itu bagaikan tameng pada ketakutanku. Maafkan ku yah, sering melupakanmu.
Dari ayah aku banyak belajar apa itu tanggung jawab, dan apa itu kesabaran.
Ayah tau? sesuatu yang teramat gelap di antara terik matahari adalah DUKA
DARI KEHILANGAN SEORANG AYAH” aku sadar yah, maksud hati ayah
untuk mengatur kehidupan ku, tak lain hanya ingin melihatku menjadi yang lebih
baik, agar aku tidak berjalan di kegelapan. Ayah, mengapa dulu kau tak pernah
menyampaikan masalahmu? aku selalu ingin mencoba membatu ayah, untuk
meringankan semua beban yang tak pernah di ceritakan oleh mu. Seburuk buruknya ayah, AYAH TETAP AYAH KU! Aku
tetap mencintai mu,dan aku tetap berasal dari darah daging ayah dan ibu. Saat Ayah tersenyum, saat itulah aku sadar
arti sebuah ketulusan di hati mu. Dari sikap dan pribadi mu engkau adalah
motovasi terbaik ku. Ayah memang jarang
marah di banding ibu, karena aku tahu, ayah lebih memahami apa yang ibu tak mengerti.
“YA, Allah
selimuti selalu ayah ku dengan kemuliaan mu” ayah adalah lelaki pertama yang
aku kenal. Aku akan berusaha menjadi
seperti mu yah. “Ayah, Aku Mencintaimu” Tuhan, ajarkan aku untuk pandai seperti ayah, yang dalam kesehariannya
tanpa pernah putus asa, tidak peduli panas, tak peduli hujan. TERIMA KASIH
AYAH, telah mengajari ku bagaimana cara bersabar agar tidak putus asa
dalam menjalani kerasnya kehidupan.
Maafkan aku ya ayah, yang terkadang menganggap sepele atas nasihat mu yang
sebenarnya hanya untuk aku lebih dewasa. Ayah, maaf kan aku ya, bila aku tidak
bisa memenuhi apa yang engkau sElalu harapkan. Terimakasih untuk sEgala
pengorbanan yang engkau beri secara ikhlas tanpa harap minta. Ayah, aku rindu.
Rindu dengan wajahmu yang begitu sederhana namun begitu tegar dalam menantang
kehidupan, demi aku! Rumah ini terasa
ingin tumbang sejak kepergian mu kesurga yah. Terimakasih ya yah, telah
memberiku sebuah arti kecil yang maknanya begitu besar dalam kehidupanku hingga
kelak.
“YA ALLAH,
SADARKAN AKU UNTUK SELALU INGAT JASA AYAH, YANG SAMPAI KINI BELUM TERBALASKAN,
AYAH TERLALU CEPAT PEERGI, BAHKAN AKU BELUM SEMPAT MEMBUATNYA BAHAGIA”

0 komentar:
Posting Komentar