Senin, 09 April 2012

Rindu ini Masih Untukmu Ayah

 
Ayah, untuk kesekian kalinya aku merindukan mu, dan masih selalu merindukan mu.
Maafkan aku ayah, maafkan aku yang telah membuatmu lelah, membuatmu kecewa, dan membuat mu menangis dalam hati. Bukan maksud ku menyakiti mu. Maafkan aku yang tak pernah mengerti akan arti semua sikapmu terhadap ku, tapi sungguh  aku cinta kepadamu, sama hal nya seperti doa yang selalu ku panjatkan untuk mu, untuk penerang hidup mu disana yah. Ayah lelaki terhebat yang Allah kirimkan untuk ku.Kau bijaksana, penuh tanggung jawab.
Saat aku lahir, saat itu pula aku mendengar suara merdu adzan dari suara mu yang berkumandang kecil di telingaku. Terimakaksih ayah, untuk hari-hari yang begitu indah yang ayah beri untukku.  semoga Allah selalu memberikan perlindungan kepada mu. Walau ayah kurang dekat dengan ku, tapi aku percaya ayah selalu mencintai ku dalam diam. Walau waktu selalu menyita waktu dan fisik mu aku tidak pernah berhenti untuk selalu mendoakan mu yah. kau penuh semangat, tanpa putus asa, bekerja tanpa lelah meski panas ataupun hujan. Kau begitu tegar yah, demi sebuah kebahagiaan keluarga mu. sekali lagi maafkan aku yah, yang tak pernah sadar akan semua itu.

Kau selalu ajarkan aku untuk menjadi seorang yang siap untuk menghadapi kerasnya hidup, tanpa harus melupakan kesantunan dan atittude yang baik.
Ayah, cinta itu sederhana, sama hal nya seperti ayah yang tanpa lelah menghidupi keluarga. selalu melakukan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik. Ayah, terimakasih atas semua nasihat yang telah kau tanamkan kepadaku tentang arti sebuah keberhasilan, tanpa melupakan arti kegagalan. Ayah, apa ayah tau ? aku selalu ingat saat ayah menggendongku saat kecil, setinggi apapun tapi aku tetap merasa nyaman di tanggan mu. ya Allah, terangi cahaya kubur ayahku, sayangi beliau, jaga beliau, sebagai mana beliau menjagaku tanpa mengenal rasa lelah. ia begitu baik, dan tangguh.

Ayah ingat nggak, saat ayah mengajarkan ku untuk selalu berfikir positif dengan apa yang terjadi, aku ga akan pernah lupa akan hal itu yah. Maafkan aku ya yah, aku terlalu sibuk dengan semua kegiatan ku, sampai aku tak pernah ada saat kau membutuhkan sosok kecerian seorang anak. Saat orang-orang menganggap ku kurang, ayah justru bilang (kamu itu istimwa) tunjukkan itu!
AYAH, AKU MERINDUKAN AYAH!
Kehadiran ayah itu bagaikan tameng pada ketakutanku. Maafkan ku yah, sering melupakanmu. Dari ayah aku banyak belajar apa itu tanggung jawab, dan apa itu kesabaran. Ayah tau? sesuatu yang teramat gelap di antara terik matahari adalah DUKA DARI KEHILANGAN SEORANG AYAH” aku sadar yah, maksud hati ayah untuk mengatur kehidupan ku, tak lain hanya ingin melihatku menjadi yang lebih baik, agar aku tidak berjalan di kegelapan. Ayah, mengapa dulu kau tak pernah menyampaikan masalahmu? aku selalu ingin mencoba membatu ayah, untuk meringankan semua beban yang tak pernah di ceritakan oleh mu.  Seburuk buruknya ayah, AYAH TETAP AYAH KU! Aku tetap mencintai mu,dan aku tetap berasal dari darah daging ayah dan ibu. Saat Ayah tersenyum, saat itulah aku sadar arti sebuah ketulusan di hati mu. Dari sikap dan pribadi mu engkau adalah motovasi terbaik ku.  Ayah memang jarang marah di banding ibu, karena aku tahu, ayah lebih memahami apa yang ibu tak mengerti.
“YA, Allah selimuti selalu ayah ku dengan kemuliaan mu” ayah adalah lelaki pertama yang aku kenal.  Aku akan berusaha menjadi seperti mu yah. “Ayah, Aku Mencintaimu”  Tuhan, ajarkan aku untuk pandai seperti ayah, yang dalam kesehariannya tanpa pernah putus asa, tidak peduli panas, tak peduli hujan. TERIMA KASIH AYAH, telah mengajari ku bagaimana cara bersabar agar tidak putus asa dalam  menjalani kerasnya kehidupan. Maafkan aku ya ayah, yang terkadang menganggap sepele atas nasihat mu yang sebenarnya hanya untuk aku lebih dewasa. Ayah, maaf kan aku ya, bila aku tidak bisa memenuhi apa yang engkau sElalu harapkan. Terimakasih untuk sEgala pengorbanan yang engkau beri secara ikhlas tanpa harap minta. Ayah, aku rindu. Rindu dengan wajahmu yang begitu sederhana namun begitu tegar dalam menantang kehidupan, demi aku!  Rumah ini terasa ingin tumbang sejak kepergian mu kesurga yah. Terimakasih ya yah, telah memberiku sebuah arti kecil yang maknanya begitu besar dalam kehidupanku hingga kelak.
“YA ALLAH, SADARKAN AKU UNTUK SELALU INGAT JASA AYAH, YANG SAMPAI KINI BELUM TERBALASKAN, AYAH TERLALU CEPAT PEERGI, BAHKAN AKU BELUM SEMPAT MEMBUATNYA BAHAGIA”

0 komentar:

Posting Komentar