Andai semua yang kita impikan bakal segera terwujud saat itu juga, darimana kita akan belajar sabar?
Andai semua do'a-do'a yang kita panjatkan selalu dikabulkan, darimana lagi kita akan belajar ikhtiar?
Dan andai semua yang kita kehendaki akan selalu menjadi milik kita, darimana kita akan belajar ikhlas?
Karena akan datang, satu hari di mana ada do'a-do'a yang meski sudah terlanjur berpayah melafalkannya berkali-kali ternyata masih belum cukup kuat untuk menemukan jalannya pada pintu-pintu langit.
Satu hari lagi, di mana impian yang telah lama digenggam masih harus tertunda oleh waktu yang tenggelam bersama puing-puing kesabaran, masih harus bersabar lagi, menanti impian.
Sebab barangkali, tidak pernah salah jika kita belajar hal-hal sederhana itu sejak awal. Termasuk ikhlas.
Karena pasti akan datang saat-saat ketika yang kita miliki tidak lagi menjadi milik kita. Sesuatu yang kita miliki, kita sayangi, bahkan yang dicintai sekalipun pasti akan pergi suatu hari nanti. Dan kita hanya perlu mengikhlaskan karena mereka memang benar-benar telah pergi.
Boleh jadi, itu mengapa tiap-tiap do'a yang kita lafalkan tidak selalu terkabul, hal-hal yang kita impikan terkadang harus kita relakan terkubur dalam-dalam, dan mengikhlaskan yang bahkan sudah pergi, termasuk orang-orang yang kita sayang dalam hidup ini.
Sayangnya, meski telah berkali-kali belajar pun, kita masih sering sulit untuk sabar, ikhtiar, apalagi ikhlas.
Yogyakarta, 5 Desember 2016

0 komentar:
Posting Komentar