Ketika itu,kita bertemu,
bertemu diwaktu yang tidak ada dalam jadwal yang sudah kita siapkan.
Kita bertemu tanpa tau apa alasannya.
Kita bertemu tanpa tau apa tujuannya.
Kamu pada saat itu menatapku,
Dan mataku mulai tertuju padamu.
Ketika itu kita mulai saling mengenal,ketika itu kita tak sadar saling pandang,
ketika itu kita lepas kendali dan kamu ingin mengenalku lebih dari sekedar,tanpa tau apa akibatnya dari lirikan kedua malaikat,dan tawa khas setan.
Ketika itu kita seperti entah apa namanya,sering berjalan beriringan,sering temu,dan kita saling tersipu,lalu kita saling tertawa malu tanpa berfikir Sang Penguasa menatap bengis akan tingkah laku kita karna tanpa ikatan halal ketika itu.
Ketika itu,didepan mataku
Aku liat kamu tak lagi menungguku,
Tak lagi menggenggam tanganku,
Kamu tak lagi melirikku,
Kamu tak lagi mempedulikan ku.
Diwaktu yang telah lalu itu,sebelum kisah kamu tak lagi untukku,
Sebelum kamu meninggalkanku,
Sebelum kamu pergi dan memutuskan tak lagi melanjutkan kisah kita itu,ada yang menyadarkanku,
Sebuah tuntunan yang entah datang dari mana,aku tersadar akan masalalu yang begitu tak pantas dilakukan.
Ketika itu,aku memilih membiarkanmu memilih wanita lain karna alasan cintamu,
cinta?
Iya cinta yang dikata yang lebih bagi wanita itu dari pada untuk ku.Aku relakan dengan beribu ikhlas menguatkan,dengan tangis mengokohkan.
Ketika itu,kamu bukan lagi yang aku mau,aku memilih cinta yang lebih dari sekedar cinta dusta yang dulu kamu beri lalu kamu lupa akan semua tentang kita yang katanya ingin selalu bersama.
Ketika itu,ketika usai cinta dusta kita,aku bersujud dibawah perlindungan-Nya,
karna tersadar begitu sering aku menduakan-Nya dengan cinta yang salah,dengan dosa yang menumpuk tergoda syahwat yang menusuk.
Malaikat menatap dengan senang,
Setan berlalu menyiapkan ancang-ancang bersama untuk menambah kadar bius panah untuk menancapkan tepat pada syahwat di jiwa.
Ketika itu lagi-lagi mungkin akan terjadi,ketika panah itu menancap tepat di jiwa,kepada Sang Pelindung yang Agung akan aku serahkan jiwa,untuk dilindungi-Nya melawan syahwat yang menggoda.
Ketika itu cintaku tak lagi sama,seperti cinta dusta pada kamu yang lalu.
By: Hijrah Cinta

0 komentar:
Posting Komentar