Senin, 29 Agustus 2016

Untuk yang Masih Tertatih Mengikhlaskan

Untuk yang masih tertatih mengikhlaskan.
kau memang berbeda dengan mereka yang terjaga sejak purnama, kesalahan pernah menjadi sahabatmu, sehari hari.
saat singgasana dari mereka yang yang mencinta dari mereka adalah pernikahan, kau malah terbalut dengan ikatan tak halal.

namun ketahuilah, selama udara masih tercicip, Allah yang Maha Menerima Taubat itu menantimu di ujung sajadah.
maka ketika telah sampai kado indah itu dariNya, kau pun seketika berpaling.
tumpah basah sudah diatas sajadah kala sisa malam kemarin.
maka kau, memasuki babak baru skenario kehidupan.

apa jadinya hati yang terlanjur mengendap terlalu dalam? berkali-kali jatuh, patah, dan jauh lagi.
Maka sungguh, ujianmu tak semulus mereka yang terjaga sejak purnama.
kau acuhkan dia begitu lantang, namun sibuk mengatur sesak sehabisa gelimang air mata.
kau berteriak mencoba melupakan, namun jalan benar-benar tak semulus aspal tol.

di titik itu, biarkanlah iman menang diatas perasaan. meluluhlantahkan semua egois duniawi, mencoba terganti dengan bait-bait rengekan hanya pada Allah. Memaksa senyum terus hinggap di pucuk bibir, saat batang dan akar hati nyaris tumbang, terbelah banyak karena badai tsunami datang terlalu tergesa., sampai menyisakan satu nama, "sakit".

wanita baik-baik untuk lelaki baik-baik, bukankah An-Nur cukup sebagai penjamin?
jika dia adalah di tetapkan untuk menetap padamu, maka ikatan halal bingkai ridho Allah akan menyapa dari balik pintu, sesuai waktu terindah darinya.

sebelumnya hiasi sepertiga malamu dengan sujud-sujud cinta, berduaan hanya bersamaNya.
lalu setiap episode ini dengan keyakinan ketetapan padaNya, dan semua akan baik-baik saja.

untukmu yang perlahan masih terus mencoba menjadi baik...
Semoga Allah, menyatukan kembali dua insan yang berpisah karenaNya, mengaitkan kembali dua hamba yang pasrah di balik air mata, memalui sebuah bahtera yang di ridhoiNya.

by: Tausiyahku_

0 komentar:

Posting Komentar