Ayah, sekarang aku mengerti.
Tidak ada yang perlu dicari. Kualitas diri seseorang akan mendekatkan pada kualitas yang tidak jauh berbeda. Aku pernah salah untuk merendahkan diri. Aku juga pernah salah untuk meninggikan diri. Sekarang aku mengerti, untuk lebih memahami diri sendiri. Berusaha memperbaiki diri.
Aku menemukan. Meski aku belum tahu apakah ini jawaban. Tidak memaksa. Tanpa tuntutan. Aku hanya menerima. Membuka hati. Menimbang segala mungkin dan tidak mungkin. Ya, rasa memang memiliki logika. Tidak sepenuhnya buta. Tidak tergesa.
Debar-debar ini berbeda. Kecemasan ini berbeda. Semua, membuatku lebih menyungkurkan diri untuk meminta. Aku tidak bisa apa-apa. Segala kejadian adalah skenario langit. Aku tidak mampu menggenggam hati siapa-siapa. Hanya sepenuhnya percaya, jika memang ini jawaban, maka kami akan saling menemukan, dan segera saling meyakinkan. Menyamakan langkah.
Terngiang pula nasihat seorang sahabat,
“Jika kau benar-benar menginginkannya, maka kau akan benar-benar memintanya, dengan kesungguhan. Terbangun pada malam-malam sepertiga. Mengharap dengan doa-doa. Semoga.”
by: ourmetime

0 komentar:
Posting Komentar