Hasil yang diraih oleh seseorang dalam rangka mencari jati dirinya bisa jadi adalah hasil dari sentuhan-sentuhan. Ada yang menjadi penyanyi profesional, suaranya merdu sekali hingga mampu mengambil dan membawa perasaan para pendengarnya. Ada pula yang menjadi Qari’(pembaca Al-Qur’an) atau Imam yang ketka mendengar bacaannya hati serta merta luluh dan bergetar, seraya menangis, ingat akan Allah yang menurunkan Al-Qur’an yang begitu indah dibaca dan didengarkan.
Jika nanti Allah beri kita umur yang panjang, mungkin Allah beri kita kesempatan untuk berperan sebagai orang tua, ayah dan bunda, sebuah peran yang menuntut pemahaman akan tanggung jawab yang tidak main-main. Akan jadi apa buah hati kita nanti bisa sangat mungkin dipengaruhi oleh sentuhan pertama kita. Maka perhatikan, kiranya dengan apa kita menyentuh permata hati kita kelak.
Semoga dengan Al-Qur’an sebagai sentuhan pertamanya, kelak dia akan menjadi sosok yang mencintai dan menggenggam erat-erat Al-Qur’an. Semoga dengan iman sebagai sentuhan pertamanya, kelak dia akan jadikan Al-Qur’an, petunjuk dari Allah dan ajaran Nabi sebagai panutan dalam menjalani kehidupan.
Tak perlu menunggu hingga menjadi seorang hafidzh atau hafidzah untuk memulainya. Awali dengan kebiasaan membaca Al-Qur’an bersama selepas maghrib, dengan mengajarkan doa sehari-hari dan surat-surat pendek semoga jadi langkah awal untuk mempersiapkan mujahid dan mujahidah kecil kita dengan sentuhan-sentuhan berikutnya. Sentuhan-sentuhan yang akan membawanya menuju cinta kepada Tuhan dan Nabinya. Sentuhan-sentuhan yang akan mengantarkan kita ke surga, menjadi semulia-mulia ayah dan bunda yang mendidik buah hatinya dengan sebaik-baik cinta.
Teruntuk ayah dan bunda, semoga Allah hadiahkan kepada ayah dan bunda mahkota cahaya yang mulia.
Yogyakarta, 24 Oktober 2016
Yogyakarta, 24 Oktober 2016

0 komentar:
Posting Komentar