Kerisauan Beranjak atau Tetap Tinggal
akhir-akhir ini, batin merasa terkekang.. entah..
Teringat pesan almarhum Ayah yang ingin sekali melihat saya untuk menempuh pendidikan S2 di Universitas yang dulu sempat beliau ingin singgahi.
saya ragu, ini bukan persiapan yang mudah, bukan seperti membalikan telapak tangan, sementara disatu sisi lain Ibu saya terus mendorong saya untuk tetap mengikuti pesan Alm.Ayah
haruskah?
Yaallah, ini benar-benar keputusan yang sangat berat. harus tinggal di negri orang dan menjadi kaum minoritas diatara jiwa-jiwa baru.
saya paham sekali, jikapun Ayah saat ini masih ada, beliau pasti masih bersih keras untuk tetap mendorong saya pergi menuntut ilmu disana.
namun bagaimana jika hati masih takut, bagaimana jika hati masih ragu.
saya paham ini adalah kesempatan yang tak datang dua kali, namun untuk beranjak pergi, langkah kaki masih terasa berat.
masih banyak hal-hal yang perlu dipersiapkan. Bu, maaf aku masih merasa belum siap :(
untuk beberapa bulan ini, aku mohon jangan dulu kita bicarakan perihal hal ini.
bukan bermaksud mengecewakan, aku hanya perlu waktu untuk memutuskan semua bu.
aku ingin fokus menyelesaikan studiku dulu saat ini.
perihal keinginan ibu dan ayah. Aku memang sangat ingin melanjutkan studiku disana bu, yah. namun beberapa hal membuatku perlu berpikir sejenak.


0 komentar:
Posting Komentar